Tampilkan postingan dengan label potong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label potong. Tampilkan semua postingan
Kamis, 13 Februari 2014
Tentera elit pasukan khas Australia yang potong tangan pemberontak disiasat
Sebuah satuan elit pasukan khusus Australia sedang disiasat terkait kes potong mayat paling-tidak seorang pemberontak Afghan.
ABC mendapat informasi, kedua tangan dipotong dari mayat seorang pemberontak dan dibawa kembali ke pangkalan Australia di Tarin Kot.
Insiden itu terjadi dalam operasi gabungan pasukan keselamatan nasional Afghan dan Satuan Tugas Operasi Khusus Australia di wilayah Zabul pada tanggal 28 April 2013 yang membunuh empat pemberontak.
Waktu itu, Pasukan Pertahanan Australia hanya mengumumkan, penyiasatan sedang dilakukan.
Panglima Pasukan Pertahanan Australia, Jendral David Hurley, mengatakan dalam satu statement yang dirilis 8 Mei 2013: "Satu insiden kemungkinan kelakuan buruk selama operasi telah dikemukakan melalui rantai komando nasional internal."
ABC mendapat informasi, insiden kelakuan buruk yang dimaksud adalah memotong tangan dari mayat paling-tidak seorang pemberontak.
Tentera Australia diharuskan mengambil cap jari dan scan mata setiap laskar Taliban yang terbunuh, jika memungkinkan.
ABC mendapat informasi, seorang penyiasat dari Australian Defence Force Investigative Service (ADFIS) memberi penjelasan kepada sekelompok pasukan khusus dan memberitahu mereka bahawa tidak masalah bagaimana cap jari diambil. Kalau mereka dapat memotong tangan dari laskar yang terbunuh dan membawanya kembali ke pangkalan untuk diambil cap jarinya, itu dapat diterima.
ABC memahami, paling-tidak sepasang tangan ada di pangkalan Australia di Tarin Kot.
Mutilasi atau perlakuan buruk atas mayat merupakan pelanggaran hukum perang.
Dalam sebuah statement kepada ABC, Pasukan Pertahanan Australia mengatakan, pihaknya terus menyiasat insiden kemungkinan kelakuan buruk menyangkut personil Australia.
Sumber: ABC Radio Australia
Jumat, 27 Desember 2013
Lelaki Ini Potong Hidung Pacarnya Kerana Tolak Hubungan Intim Kejamnya
17 Nov 2012
NY Daily News
Ricardo Salamanca
Seorang lelaki, Ricardo Salamanca dari Plantation, Florida, Amerika Syarikat dikenakan dakwaan melakukan kekerasan kerana memotong hidung pacarnya. Demikian diberitakan NY Daily News, Jumaat (16/11/2012).
Salamanca kecewa setelah sang pacar menolak berhubungan badan dengannya. Kini, atas perbuatannya itu, Salamanca harus mendekam di penjara dengan wang jaminan sebesar 75 ribu dollar AS .
Insiden itu terjadi pada malam 28 Oktober 2012 ketika pacar Salamanca meninggalkannya di sebuah kelab malam.
Salamanca ingin bercinta namun ditolak oleh sang pacar. Salamanca mulai mengamuk dan menolaknya. Tak berapa lama sang pacar merasakan hidungnya berdarah. "Kamu pantas mendapatkannya perempuan jalang," demikian kata Salamanca.
Hidung sang pacar nyaris putus dan hanya dihubungkan dengan sedikit helaian kulit. Perempuan malang ini kemudian memandu sendirian ke North Broward Medical Center, Pompano Beach, dan hidungnya berhasil disatukan kembali.
TRIBUNNEWS.COM
Salamanca kecewa setelah sang pacar menolak berhubungan badan dengannya. Kini, atas perbuatannya itu, Salamanca harus mendekam di penjara dengan wang jaminan sebesar 75 ribu dollar AS .
Insiden itu terjadi pada malam 28 Oktober 2012 ketika pacar Salamanca meninggalkannya di sebuah kelab malam.
Salamanca ingin bercinta namun ditolak oleh sang pacar. Salamanca mulai mengamuk dan menolaknya. Tak berapa lama sang pacar merasakan hidungnya berdarah. "Kamu pantas mendapatkannya perempuan jalang," demikian kata Salamanca.
Hidung sang pacar nyaris putus dan hanya dihubungkan dengan sedikit helaian kulit. Perempuan malang ini kemudian memandu sendirian ke North Broward Medical Center, Pompano Beach, dan hidungnya berhasil disatukan kembali.
TRIBUNNEWS.COM
Langganan:
Postingan (Atom)