Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label iran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Maret 2014

Kulkas Raksasa di Negeri Iran Kuno

Sebelum penemuan kulkas, es adalah komoditas berharga yang tidak bisa dengan mudah diperoleh atau dibuat, terutama selama musim panas. Untuk mengawetkan daging dan bahan makanan lainnya blok besar es harus diimpor jauh-jauh dari negara-negara Skandinavia dalam lingkaran Arktik.

Misalnya di Eropa, es didatangkan dari Norwegia. Di Rusia, mereka memperolehnya dari Sungai Neva, dan di India mengambil dari pegunungan Himalaya.
 
 
Iran, dengan iklim cukup ekstrim yang susah air walau saat musim dingin sekalipun, mempunyai cara yang unik dan pintar dalam mempertahankan es yang mereka impor. Mereka mempunyai bangunan khusus layaknya kulkas raksasa yang bisa menjaga es tetap tersedia sepanjang tahun.

Selama musim dingin, es dan salju dibawa ke dalam rumah es tersebut, dikemas dengan jerami dan serbuk gergaji. Rumah-rumah es macam ini mulai dibangun sejak abad 17 SM. Terbuat dari lumpur yang dibentuk jadi batu bata. Berbentuk kubah dan di bagian dalamnya membentuk sumur yang dalam.
 
 
Selain sebagai tempat pendinginan, masyarakat Iran kala itu bisa membuat es sendiri. Di belakang rumah es ada saluran untuk menuang air ke dalamnya selama musim dingin. Karena terlindung, air tersebut membeku. Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga musim panas tiba dan ada persediaan es yang cukup.

Terdapat lebih dari 100 rumah es di seluruh Iran, namun kini banyak yang rusak. Bahkan beberapa hanya dijadikan tempat pembuangan sampah. 
 
 
sumber
Selengkapnya

Senin, 30 Desember 2013

Iran Batal Eksekusi Mati Ulangan Banduan yang Hidup Usai Dihukum Gantung

  23 Okt 2013
Teheran, - Pihak berkuasa Iran akhirnya memutuskan untuk mengampunkan pesalah   yang selamat setelah dihukum gantung. Ini berarti, lelaki itu tak akan dieksekusi mati ulang.

Keputusan ini disampaikan setelah munculnya seruan dari organisasi-organisasi HAM dan publik Iran sendiri untuk tidak menghukum mati kembali pesalah kes dadah itu.

"Pesalah yang selamat (dari hukuman mati itu) tak akan dieksekusi ulang," kata Menteri Kehakiman Iran Mostafa Pour-Mohammadi seperti dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA dan dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/10/2013).

Dikatakan Pour-Mohammadi, eksekusi ulang akan merosak imej Iran. "Jika dia selamat, maka tidaklah bijaksana untuk menggantung dia kembali," tutur pegawai tinggi Iran itu.

Banduan bernama Alireza M. tersebut dihukum gantung di penjara Bojnourd, Iran pada Rabu (9/10) minggu lalu. Setelah berada di tiang gantungan selama 12 minit, Alireza dinyatakan telah meninggal dunia.

Tubuh lelaki berumur 37 tahun itu kemudian dibawa ke kamar mayat oleh otoriti setempat. Keesokan harinya, ketika pihak keluarga datang untuk mengambil mayat  Alireza, mereka menyedari adanya keanehan.

Keluarga menyedari bahawa Alireza ternyata masih bernafas. Mereka pun segera melarikannya ke rumah sakit. Lelaki tersebut ketika ini dalam keadaan koma.

Alireza ditangkap anggota keselamatan setempat sekitar 3 tahun lalu kerana didapati membawa Shisheh, sebutan warga Iran untuk syabu berbentuk kristal. Mahkamah revolusioner Iran mengadili Alireza atas kes narkoba dan menjatuhkan vonis mati.
 Sumber:detikNews
Selengkapnya